“Bagaimana? Senang berjumpa mamamu sekarang?” tanyaku kepada Nova.
“Senang sekali Bang. Di setiap mimpiku, selalu aja Mama hadir. Dan sekarang bisa berjumpa begini. Terima kasih Bang. Tapi kenapa Abang mempertemukanku dengan Mama di rumah ini?”
Tante Haya yang menjawab, “Karena rumah dan semua isinya ini adalah hadiah dari Wawan untuk mama. Supaya kamu bisa sering berkunjung ke sini. Karena rumah ini letaknya tidak jauh dari rumah ibumu Sayang.”
Nova tercengang. Menatapku dengan sorot berterima kasih.
Sementara aku tenggelam dalam terawanganku sendiri. Tentang isi pembicaraan lewat hapeku tadi. Bahwa Tante Martini ingin agar aku cepat – cepat menikah dengan putrinya, tanpa memberitahu apa alasannya.