Sinopsis
Kini kuhindari tatapan mama. Bukan karena takut oleh amarah mama. Namun karena takut akan kembali tegang jika melihat mama. Kuulurkan tangan mencoba membantu namun malah ditepis oleh mama.
Jangan sentuh mama, dasar durhaka.
“Tunggu mama di mobil, mama ke toilet dulu!
Aku pun menuju tempat parkir yang telah dipenuhi wartawan. Ternyata lift tadi ulah sekelompok orang yang menyabotase gedung.