Akhirnya aku merasakan kenikmatan itu. Sebelum aku ejakulasi, aku pentangkan lengan ibu lagi sehingga aku dapat melihat ketiak seksi ibu. Sambil dibantu tangan kananku, aku mengarahkan kontolku ke tengah ketiak ibu. Kontolku memuntahkan sperma tepat di bulu ketiak ibu. Gumpalan demi gumpalan peju yang tebal kutembakkan dari dalam penisku ke ketiak ibu.
Dengan tubuh lemas dan rasa yang sangat puas. Aku pandangi tubuh seksi ibuku yang tertidur tanpa tertutup apapun kecuali beberapa genangan spermaku yang kental. Hari itu, tak pernah terlupakan sepanjang hidupku. Hari di mana aku menjadi seorang laki-laki. Hari di mana ibu menjadi seorang perempuan seutuhnya dengan merelakan selaput daranya kepadaku.