situs toto

Anting Emas Ibuku Episode 07

« Prev Daftar Episode EP 7/8 Next »

3 Bulan kemudian

Tak terasa sudah 3 bulan aku bekerja di kantorku. Suasana kerja yang enak ditambah rekan kerja yang bersahabat dan juga “gaul” ala generasi Milennial membuatku kerasan bekerja disini. Banyak proyek yang sudah aku dan teman-teman kerjakan disini dan hasilnya pun cukup sukses. Penghasilanku pun cukup besar karena selain gaji kami juga mendapatkan fee tambahan dari setiap proyek yang membuat pundi-pundi keuanganku terisi penuh.

Bagaimana kelanjutan hubunganku dengan Ibu? Kalo soal itu jangan ditanya lagi. Kami berdua sudah seperti suami istri. Aku sudah memenuhi janjiku untuk membantu pengeluaran warungnya dan membelikan baju baru dan asesoris cantik seperti kalung, gelang, cincin, dan juga anting-anting baru untuknya. Sedangkan untuk adikku aku juga memenuhi janjiku dengan membelikan mereka baju-baju yang bagus sesuai permintaan mereka dahulu.

Kegiatan seksualku dengan Ibu masih berlangsung dan kami cukup pintar untuk menyembunyikan hal itu dari Ayah dan kedua adikku. Terkadang kami melakukannya di kamar Ibu, di kamarku, atau mencuri waktu sebelum berangkat kerja ketika Ayah dan kedua adikku sudah berangkat ke kantor dan sekolah masing-masing.

Pernah satu kali karena saking tidak tahannya menahan hawa nafsu aku menyelinap masuk ke kamar Ibu dan kulihat Ayah dan Ibu berbaring tertidur pulas di atas kasurnya. Kusiapkan kloroform dan sapu tangan untuk membius Ayahku agar dia tidak terbangun ketika aku menggauli Ibu.

Setelah selesai membius Ayah, aku pun pindah ke tempat Ibuku tidur. Kulihat tubuhnya yang montok mulus dan wajahnya yang cantik sedang tidur terlentang membuat nafsuku tak tertahan lagi. Kuciumi wajah dan leher Ibuku ditambah dengan anting-anting cantiknya yang juga tidak luput dari ciumanku. Kubuka kimono tidurnya yang berwarna biru tua dan benar saja ia tidak memakai apapun di balik kimononya.

Melihat itu aku langsung menciumi kedua payudaranya lalu turun ke perut dan akhirnya vaginanya pun kucium dan kujilati sampai basah. Kulihat Ibuku mulai terangsang atas perbuatanku walaupun matanya masih terpejam. Setelah vaginanya cukup basah, aku pun langsung membuka seluruh pakaianku hingga telanjang bulat.

Setelah telanjang bulat, aku pun langsung menaiki tubuh Ibuku untuk menggaulinya. Perlahan kuarahkan penisku ke vaginanya. Aku pun berusaha memasukinya dengan hati-hati takut Ibuku terbangun. Akhirnya setelah berusaha keras penisku berhasil memasuki vaginanya BLESS BLESS SREETT SREETT. Aku merasakan sensasi yang luar biasa dimana aku menggauli Ibuku di samping Ayahku yang sedang tertidur.

Kugerakkan penisku pelan-pelan di dalam vaginanya sambil menciumi seluruh wajah, leher dan kedua payudara montoknya. Pelan tapi pasti sodokanku makin lama makin cepat membuat tubuhnya terguncang-guncang. Alhasil Ibuku pun terbangun dan mulai membuka matanya. Melihat tindakanku seperti itu Ibuku pun kaget setengah mati karena sebelumnya aku tidak pernah menggaulinya saat ia tidur disamping Ayahku.

“Eko, kamu udah gila ya! Lepasin Ibu, nanti kalo Ayahmu tahu bisa gawat!”. Ujar Ibuku protes.

“Tapi aku udah gak tahan Bu, lagian Ayah juga udah aku kasih obat jadi gak bakalan bangun”. Ujarku pada Ibu yang akhirnya membuatnya sedikit tenang.

“Kamu nekat banget sih, masak gaulin Ibu di samping Ayahmu”. Ujar Ibuku masih protes atas tindakanku.

“Namanya juga udah nafsu Bu, kalo gak dilampiasin aku nanti bisa pusing. Yang penting sekarang Ibu layanin aku sampai puas ya OHHH OHHH OHHH PLOK PLOK PLOK”. Jawabku sambil mempercepat sodokan penisku pada vaginanya.

Setelah 30 menit menyodoknya aku merasa akan keluar. Kusodok vagina Ibuku dalam-dalam sampai menyentuh rahimnya. Ketika itu bertekad untuk “membuahi Ibuku” di samping Ayahku sendiri. Aku merasakan sensasi yang luar biasa membayangkan Ibu akan hamil karena “dibuahi” anaknya sendiri di samping suaminya.

“Bu, aku mau keluar, aku mau buahin Ibu pakai spermaku ini OHH OHH”. Kataku menjerit.

“Jangan sayang, Ibu lagi subur, nanti spermamu bisa membuahi Ibu AHH AHH”. Tolak Ibuku.

“Aku udah gak tahan lagi Bu, aku pengen buahin Ibu di samping Ayah OHH”. Ujarku sambil mempercepat sodokan pada vaginanya.

“Jangan nak, nanti Ibu hamil benihmu”. Kata Ibuku yang mulai mengeluarkan air mata membasahi pipinya yang mulus.

“OHHH Ibu, aku udah gak tahan lagi, aku ingin membuahimu sekarang OHHH OHHH CROOTT CROOTT CROOTT CROOTT”. Kataku sambil menyemburkan sperma ke rahimnya sebanyak 10 kali semprotan.

“AHH kenapa kamu buahin Ibu di samping Ayahmu Eko AHHH AHHH CREETT CREETT CREEETT CREETT”. Teriak Ibuku yang juga mencapai orgasmenya dengan menyemburkan 7 kali semprotan menyirami penisku yang ada di dalam vaginanya.

Akhirnya setelah selesai mencapai kepuasan masing-masing, tubuhku pun ambruk menindih tubuh Ibuku. Aku sengaja tidak mencabut penisku karena ingin meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan kami. Tak lama kudengar isak tangis dari mulut Ibuku. Ia sepertinya shock dengan apa yang aku lakukan padanya. Aku pun sedikit bangkit untuk melihat wajahnya walaupun masih dalam posisi menindih dan mengunci selangkangan Ibuku dengan penisku.

“Ibu kenapa nangis terus dari tadi”. Tanyaku sambil mengusap air mata yang ada di pipinya.

“HIKS HIKS HIKS Ibu merasa bersalah udah selingkuh di samping Ayahmu”. Kata Ibuku sambil menangis.

“Ayah kan udah aku kasih obat bu, jadi tenang aja dia gak bakalan bangun”. Kataku berusaha menenangkannya.

Akhirnya pun tangisan Ibuku mulai mereda, walaupun air matanya masih mengalir namun ia sudah lebih tenang dibandingkan tadi. Aku pun masih menindih Ibuku sambil menciumi leher dan anting-anting emasnya serta mengisap kedua payudaranya. Tak lama kemudian nafsuku bangkit lagi. Kugerakkan kembali penisku menyodok vagina Ibuku dengan cepat.

“Bu, aku mencintaimu dan aku gak akan ninggalin Ibu serta bakalan tanggung jawab kalo sampai Ibu hamil karena benihku CUPP”. Kataku sambil mencium bibirnya yang manis.

Melihat itu Ibu tidak menjawab apapun namun ia hanya memelukku erat, kulihat tatapan sayunya menyiratkan suatu harapan padaku. Aku pun membalas pelukannya dengan lebih erat sambil kembali mengucapkan kata-kata cinta padanya.

Setelah itu kurasakan pelukan Ibuku mulai melemah dan ia tertidur karena kecapaian akibat persetubuhan kami tadi. Aku pun beringsut untuk bangkit dan mencabut penisku. Agar Ayah tidak curiga, kuambil tissue basah yang tersedia di kamar itu untuk membersihkan keringat dan spermaku yang ada pada tubuh Ibu.

Tak lupa kuikat kembali kaitan kimono Ibuku yang tadi terlepas saat aku menggaulinya tadi dan membuat seakan-akan tidak terjadi apa-apa pada tubuh Ibu. Setelah beres aku membersihkan keringat yang ada di tubuhku lalu kembali mengenakan pakaianku seperti semula lalu aku keluar dari kamar Ibu. Kulihat kondisinya cukup gelap menandakan perbuatanku pada Ibu tadi aman dan tidak diketahui oleh kedua adikku.

« Prev Daftar Episode EP 7/8 Next »
katsu5