Paginya seperti biasa aku memberi makan kambing, ayam dan bebek.
Bapak datang menghampiriku yang sedang memberi makan bebek, “cup sebentar lagi kamu akan punya adik lagi… Gimana perasaanmu..?”
“Punya adik lagi pak..? Jadi ibu mau punya anak lagi? Wahh ucup senang mendengarnya..” kataku pura-pura tak tahu.
“Bapak juga gak tahu kenapa ibu mau punya anak lagi setelah bertahun-tahun menunda… Tapi bapak senang kalau ibu mau mengandung lagi…”
“Mungkin ibu berubah pikiran yah… Pengen punya keturunan yang banyak..” balasku pada ayah.
“Iya mungkin saja… Ya sudah bapak mau dalam dulu..”
“Iya pak…”
Antara senang dan merasa bersalah aku rasakan saat ini, akhirnya aku punya keturunan dari hubunganku dengan ibu. Tapi disisi lain aku telah membohongi ayah bahwa sebenarnya didalam rahim ibu sudah tumbuh anakku hasil percintaanku dibelakang ayah.