“Aaahhh… ooohhh… Mbak Anaaa…” Terasa tulang-tulangku lepas semua, begitu capek. Akupun tetap berada di atas tubuh semok Mbak Ana. Kemudian kukecup leher dan mulut Mbak Ana,
“Makasih Mbak, Mbak Ana memang hebat..” Mbak Anapun cuma tersenyum manis dengan senyuman yang sangat menggoda.