Sinopsis
Dalam perasaan hormat dan haru, kucium bibir Bella, disusul dengan bisikan di dekat telinganya. “Terima kasih Sayangku… aku sudah membuktikan bahwa kamu memang masih perawan sebelum kusetubuhi tadi. Aku sangat menghormatimu, karena di usia sedewasa ini kamu masih bisa mempertahankan kesucianmu.”
Bella menatapku dengan senyum manis di bibirnya, membuat wajahnya semakin cantik di mataku.
Keesokan paginya bella kubawa terbang ke Surabaya.
Di dalam pesawat terbang yang sedang membawa kami ke bandara Juanda, tanganku selalu dipegang oleh Bella. Terkadang diremasnya. Membuatku semakin cinta padanya.
O, betapa indahnya cinta yang sudah menyegarkan suasana batinku ini.
Dan pesawat yang kami tumpangi melesat terus di langit biru yang dihiasi awan – awan putih berkelompok – kelompok indah dan natural itu. Seolah ikut menyaksikan kebahagiaan yang sedang kami rasakan ini…