Sinopsis
Kemudian, sekembali ke kamar, saya tidak langsung tidur, bukan sebab tidak bisa, melainkan pikiran saya melayang jauh. Boleh dibilang saya memikirkan bagaimana cara membunuh Yorrick dengan cara yang paling menyakitkan. Saya tidak tahu kenapa saya berpikir demikian, tetapi ketika saya berpikir demikian, saya merasa sedikit puas.
Saya akan mencabik-cabik mulutnya, pikir saya, kemudian menonjok hidungnya. Mulutnya akan saya tonjok berulang-ulang sebagaimana dia menonjok bokong saya. Dan saya akan menyepak tubuhnya hingga dia menggelinding menahan rasa sakit. Saya tertawa sebelum kemudian menangis sebab merasa tidak yakin bisa melakukannya. Akan tetapi, kalau kesempatan itu berada di depan mata, demi Tuhan, saya tidak akan melewatinya barang sedetik pun.